|
Kamis, 19 Juli 2012
Teman Anda di Facebook lebih banyak dari yang Anda kira.
Senin, 16 Juli 2012
Get a University degree without studying. Accredited & verifiable diplomas + transcripts for just $699.
Minggu, 15 Juli 2012
Promo VOSxl s/d 50% - Munyie.com
Jumat, 13 Juli 2012
azkia rofiqoh menambahkan Anda di Google+
![]() | Ikuti dan berbagi dengan azkia dengan menambahkannya ke lingkaran. Tidak kenal orang ini? Anda tidak perlu menambahkannya kembali (dia hanya akan melihat hal-hal yang Anda bagi secara publik). Pelajari lebih lanjut. |
Kamis, 12 Juli 2012
Bayu menambahkan teman yang mungkin Anda kenal
|
Minggu, 08 Juli 2012
Katalog Busana Muslim 2012 - Munyie.com
Munyie.com
Kompleks Galeri Niaga Mediterania II Blok N no. 8C
Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara,14460
â Telp : 021-588 4483
â Esia : 021-912 04751
â Fax : 021-588 4482
â E-mail : cs@munyie.com
*Jam Kerja: 08.30 - 17.00 WIB
Sabtu, 07 Juli 2012
Feedback via the Contact Form [#34]
| Name*: | joni |
| Email*: | blogjodoh.agung004@gmail.com |
| Subject*: | wanita |
| Message*: | Mencari suami yang soleh.Mau segera menikah. |
Powered by EmailMeForm
Kamis, 05 Juli 2012
Your Mobile Website Statistics
| ||||||||||||||||||||||||||
|
Rabu, 04 Juli 2012
Senin, 02 Juli 2012
Selamat datang kembali di Facebook
| |||||||||||
Minggu, 01 Juli 2012
Kontak Jodoh
Name*: dodo
Email*: blogjdoh.agung004@gmail.com
Subject*: mencari jodoh solehah
Message*: <br />Saya sedang mencari seorang jodoh yang solehah dan cantik
Email*: blogjdoh.agung004@gmail.com
Subject*: mencari jodoh solehah
Message*: <br />Saya sedang mencari seorang jodoh yang solehah dan cantik
Selasa, 24 November 2009
Semoga Agamaku Menjadi Sempurna Dengan Nikah
Nikah adalah salah satu jalan untuk menyempurnakan agama islam seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
"Barangsiapa yang dikaruniai seorang istri yang sholehah, berarti dia telah membantunya menyempurnakan setengah dari Agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada setengah lainnya". (HR. alh'Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik ra.)
Allah perintahkan kepada kita jika ingin mengharap rahmat-Nya adalah agar menjadikan Rasulullah Saw sebagai satu-satunya uswah yang benar seperti yang dijelaskan dalam Firman-Nya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)
Juga Firman-Nya yang berikut:
"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)
Bukankah Rasulullah saw yang Allah perintahkan kepada kita untuk menjadikannya uswah juga menikah? Sehingga Beliau sangat menginginkan agar para pengikutnya untuk menikah dan melarang meninggalkannya.
Menikahlah!Sesungguhnya aku amat bangga dengan jumlah ummatku yang banyak dan jangan seperti pendeta Nasrani (yang tidak mau menikah) (HR.Al-Baihaqi dari Abu Umamah r.a)
Bahkan Allah sendiri juga menganjurkan orang vang sendirian agar segera menikah? Adapun perintah tersebut dapat kita lihat di dalam ayat:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu (Q.s. An-Nuur [24] : 32).
Karena ayat inilah yang menjadikan sahabat Umar bin Khaththab ra. heran jika ada orang yang meninggalkan nikah. Sebab Beliau pernah berkata: sesungguhnya aku sangat terkejut melihat orang yang meninggalkan nikah setelah mendengar ayat tadi".
Diriwayatkan pula bahwa Sa'id bin Hisyam ra. pernah menemui Aisyah ra. dan bertanya kepadanya, "Saya ingin bertanya tentang tabbatul(Tabatul adalah memutuskan hubungan dengan wanita dan meninggalkan nikah hanya untuk beribadah kepada Allah). Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? Aisyah ra. berkata, "Jangan kamu lakukan hal itu, aku telah mendengar Firman Allah:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan (Q.s. ar-Ra.'du [13] :38)
Maka janganlah kamu bertabatul sementara ayat di atas sangatlah jelas. (Riwayat an-Nasa'i, Ibnu Majah ds at-Tirmidzi)
Sehingga karenanya pula Ahmad bin Hanball salah satu guru Ibnu Taimiyah ketika ada orang yang bertanya kepadanya, "Apakah meninggalkan nikah merupakan keutamaan?" Beliau menjawab, "Tidak, justru menikah adalah satu keutamaan." Dikatakan kepadanya lagi, "Si fulan belum menikah!?" Beliau menjawab, "Ah, tapi Rasulullah Saw menikah!". Selanjutnya ia berkata, "Barangsiapa yang mengajak kamu untuk membujang (hidup dengan tidak menikah) maka sebenarnya dia telah mengajak kamu kepada agama selain agama Islam".
Dan orang yang paham akan hakikat ini, tentu akan mencintai pernikahan. Mereka mencintai pernikahan bukan karena dorongan nafsu biologis semata, tapi lebih kepada niat suci yaitu untuk menyempurnakan setengah agamanya menuju keridho'an Allah dengan mengikuti sunnah Nabi-Nya Saw. Dengan ini semoga agamaku menjadi lebih sempurna adalah sebuah harapan dan kalimat yang layak diucapkan oleh mereka yang sudah menikah.
Dengan demikian menikah dalam artian mendapatkan pasangan hidup termasuk sebuah kurnia yang besar setelah nikmat iman. Oleh karena itu, hendaknya hal ini segera diraih oleh setiap muslim yang telah mendapatkan pancaran iman dan mampu untuk menikah.
"Apa yang dicari seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah tidak lebih baik dari seorang wanita yang Soleh,Apa yang dicari seorang wanita mukminah setelah taqwa kepada Allah tidak ada yang lebih baik daripada seorang -laki yang Sholeh.
apabila diperintah ia menta'atinya, apabila dipandang sangat menyenangkannya, apabila disumpah ia melaksanakannya dengan jujur, dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya". (HR. Ibnu . dari Abu Umamah ra.)
Berkata Umar bin Khaththab ra. dalam atsarnya tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah. pemberian Iman kecuali wanita yang Sholehah
"Barangsiapa yang dikaruniai seorang istri yang sholehah, berarti dia telah membantunya menyempurnakan setengah dari Agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada setengah lainnya". (HR. alh'Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik ra.)
Allah perintahkan kepada kita jika ingin mengharap rahmat-Nya adalah agar menjadikan Rasulullah Saw sebagai satu-satunya uswah yang benar seperti yang dijelaskan dalam Firman-Nya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)
Juga Firman-Nya yang berikut:
"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)
Bukankah Rasulullah saw yang Allah perintahkan kepada kita untuk menjadikannya uswah juga menikah? Sehingga Beliau sangat menginginkan agar para pengikutnya untuk menikah dan melarang meninggalkannya.
Menikahlah!Sesungguhnya aku amat bangga dengan jumlah ummatku yang banyak dan jangan seperti pendeta Nasrani (yang tidak mau menikah) (HR.Al-Baihaqi dari Abu Umamah r.a)
Bahkan Allah sendiri juga menganjurkan orang vang sendirian agar segera menikah? Adapun perintah tersebut dapat kita lihat di dalam ayat:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu (Q.s. An-Nuur [24] : 32).
Karena ayat inilah yang menjadikan sahabat Umar bin Khaththab ra. heran jika ada orang yang meninggalkan nikah. Sebab Beliau pernah berkata: sesungguhnya aku sangat terkejut melihat orang yang meninggalkan nikah setelah mendengar ayat tadi".
Diriwayatkan pula bahwa Sa'id bin Hisyam ra. pernah menemui Aisyah ra. dan bertanya kepadanya, "Saya ingin bertanya tentang tabbatul(Tabatul adalah memutuskan hubungan dengan wanita dan meninggalkan nikah hanya untuk beribadah kepada Allah). Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? Aisyah ra. berkata, "Jangan kamu lakukan hal itu, aku telah mendengar Firman Allah:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan (Q.s. ar-Ra.'du [13] :38)
Maka janganlah kamu bertabatul sementara ayat di atas sangatlah jelas. (Riwayat an-Nasa'i, Ibnu Majah ds at-Tirmidzi)
Sehingga karenanya pula Ahmad bin Hanball salah satu guru Ibnu Taimiyah ketika ada orang yang bertanya kepadanya, "Apakah meninggalkan nikah merupakan keutamaan?" Beliau menjawab, "Tidak, justru menikah adalah satu keutamaan." Dikatakan kepadanya lagi, "Si fulan belum menikah!?" Beliau menjawab, "Ah, tapi Rasulullah Saw menikah!". Selanjutnya ia berkata, "Barangsiapa yang mengajak kamu untuk membujang (hidup dengan tidak menikah) maka sebenarnya dia telah mengajak kamu kepada agama selain agama Islam".
Dan orang yang paham akan hakikat ini, tentu akan mencintai pernikahan. Mereka mencintai pernikahan bukan karena dorongan nafsu biologis semata, tapi lebih kepada niat suci yaitu untuk menyempurnakan setengah agamanya menuju keridho'an Allah dengan mengikuti sunnah Nabi-Nya Saw. Dengan ini semoga agamaku menjadi lebih sempurna adalah sebuah harapan dan kalimat yang layak diucapkan oleh mereka yang sudah menikah.
Dengan demikian menikah dalam artian mendapatkan pasangan hidup termasuk sebuah kurnia yang besar setelah nikmat iman. Oleh karena itu, hendaknya hal ini segera diraih oleh setiap muslim yang telah mendapatkan pancaran iman dan mampu untuk menikah.
"Apa yang dicari seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah tidak lebih baik dari seorang wanita yang Soleh,Apa yang dicari seorang wanita mukminah setelah taqwa kepada Allah tidak ada yang lebih baik daripada seorang -laki yang Sholeh.
apabila diperintah ia menta'atinya, apabila dipandang sangat menyenangkannya, apabila disumpah ia melaksanakannya dengan jujur, dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya". (HR. Ibnu . dari Abu Umamah ra.)
Berkata Umar bin Khaththab ra. dalam atsarnya tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah. pemberian Iman kecuali wanita yang Sholehah
Senin, 02 November 2009
Nikmatnya Nikah Yang Membawa Kedamaian
Allah Yang Maha Indah sengaja menciptakan manusia secara berpasangan, laki-laki dan perempuan sebagai salah satu bagian dari romantika kehidupan. Supaya romantika kehidupan manusia ini semakin indah dan agar hubungan antara ikhwan dan akhwat mampu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang serta kedamaian, maka Allah menetapkan satu ikatan suci yaitu akad nikah. Setelah terjadi akad nikah dengan ijab qabulnya, maka terjadilah perubahan yang besar berkaitan dengan hubungan antara ikhwan dan ahwat yang bersangkutan yaitu yang haram menjadi halal, yang maksiat jadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan menjadi tanggung jawab. maka nafsupun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Dari sini dapat kita melihat bahwa dengan dihalalkannya menikah, maka fitrah insaniyah seseorang akan dapat tersalurkan tanpa terbebani rasa dosa. Dan jika fitrah insaniyah seseorang itu tersalurkan pada tempat yang semestinya, maka jiwanya akan menjadi tentram dan damai. Dengan demikian nikah yang disyari'atkan oleh Allah adalah merupakan Nikmat Yang Membawa Kedamaian yang sengaja diperuntukkan bagi hamba-Nya yang beriman. Inilah pelajaran yang dapat kita ambil dari Firman Allah :
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)
Sambutlah Kehadiranku,Ya Rosulullooh
Ya akhi... Ya Uhkti... singsingkanlah lengan bajumu, songsonglah kurnia yang besar ini dengan segera. Sekali lagi, segeralah sempurnakan setengah dienmu, agar kamu bisa menghadap Allah dengan memiliki dien yang lebih sempurna, agar kamu bisa tersenyum penuh dengan kegembiraan dan kemenangan. Saudaraku Ingatlah nasehat Ali bin Abi tholib ra. berikut ini:
"Berlambat'lambat (dalam kebaikan) adalah kunci kesengsaraan”
Sungguh! Hal yang mengecewakan dan merugikan bagi seorang pengikut adalah manakala dirinya tidak diakui sebagai anggotanya. Bagaimana mungkin dirinya akan diakui sebagai anggotanya, jika tidak mau mengikuti aturan yang berlaku didalamnya.
Demikian pula dengan orang yang mengakui sebagai ummat Nabi Muhammad Saw., bisa jadi tidak akan diakui lagi sebagai ummatnya manakala dirinya tidak mau menikah, padahal sebenarnya ia mampu dan tidak ada halangan untuk itu, seperti yang Beliau katakan sendiri melalui sabdanya :
"Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu tidak menikah, maka tidakiah ia termasuk golonganku". (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
Sekarang jelaslah bagi kita, bahwa menikah adalah salah satu jalan untuk mempertahankan status jati diri kita sebagai bagian dari Ummat Nabi Muhammad Saw., sehingga mereka yang sudah menikah seolah-olah berkata "Ya Rasulullah, Sambutlah kehadiranku, karena aku adalah ummatmu yang mengikuti sunnahmu untuk menikah. Dan selanjutnya silahkan kamu renungkan dengan baik apa yang pernah dikatakan oleh Sahabat Umar ra. pada suatu waktu:
Sesungguhnya aku akan menikah sekalipun tidak ada kebutuhan apapun dan aku ingin bersetubuh Sekalipun tidak memiliki hawa nafsu. Lantas ada orang yang bertanya kepada Umar ra., apa yang membuatmu berkeinginan seperti itu wahai Amirul Mukminin? Umar ra.menjawab, Saya ingin pada hari kiamat nanti keluar dari diri saya orang yang dibanggakan oleh Nabi Muhammad SAW
"Berlambat'lambat (dalam kebaikan) adalah kunci kesengsaraan”
Sungguh! Hal yang mengecewakan dan merugikan bagi seorang pengikut adalah manakala dirinya tidak diakui sebagai anggotanya. Bagaimana mungkin dirinya akan diakui sebagai anggotanya, jika tidak mau mengikuti aturan yang berlaku didalamnya.
Demikian pula dengan orang yang mengakui sebagai ummat Nabi Muhammad Saw., bisa jadi tidak akan diakui lagi sebagai ummatnya manakala dirinya tidak mau menikah, padahal sebenarnya ia mampu dan tidak ada halangan untuk itu, seperti yang Beliau katakan sendiri melalui sabdanya :
"Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu tidak menikah, maka tidakiah ia termasuk golonganku". (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
Sekarang jelaslah bagi kita, bahwa menikah adalah salah satu jalan untuk mempertahankan status jati diri kita sebagai bagian dari Ummat Nabi Muhammad Saw., sehingga mereka yang sudah menikah seolah-olah berkata "Ya Rasulullah, Sambutlah kehadiranku, karena aku adalah ummatmu yang mengikuti sunnahmu untuk menikah. Dan selanjutnya silahkan kamu renungkan dengan baik apa yang pernah dikatakan oleh Sahabat Umar ra. pada suatu waktu:
Sesungguhnya aku akan menikah sekalipun tidak ada kebutuhan apapun dan aku ingin bersetubuh Sekalipun tidak memiliki hawa nafsu. Lantas ada orang yang bertanya kepada Umar ra., apa yang membuatmu berkeinginan seperti itu wahai Amirul Mukminin? Umar ra.menjawab, Saya ingin pada hari kiamat nanti keluar dari diri saya orang yang dibanggakan oleh Nabi Muhammad SAW
Langganan:
Postingan (Atom)

